Aset budaya dibedakan menjadi dua kategori utama: tangible (benda) yang mencakup aset fisik seperti monumen, bangunan bersejarah, dan artefak yang dapat disentuh, serta intangible (takbenda) yang mencakup nilai non-fisik seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual, dan keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Aset Benda
Aset bangunan Pura Dalem Sakenan Keliki dikelompokkan berdasarkan area Mandala. Klik pada salah satu Mandala untuk melihat rincian bangunan.
Nista Mandala
Utama Mandala
Aset Budaya
Upacara Piodalan
Pura Dalem Sakenan Keliki merupakan salah satu pura yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat bagi masyarakat adat setempat. Piodalan di pura ini dilaksanakan setiap Buda Manis Wuku Dukut, yang datang sekitar enam bulan sekali berdasarkan perhitungan kalender Bali. Upacara suci ini menjadi momentum penting bagi krama desa dan para pemedek untuk menghaturkan bhakti serta rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui rangkaian persembahyangan, masyarakat memohon keselamatan, kesejahteraan, keharmonisan hidup, serta anugerah kesuburan bagi alam dan kehidupan sehari-hari.
Suasana piodalan di Pura Dalem Sakenan Keliki berlangsung khidmat dan penuh nuansa sakral, ditandai dengan berbagai rangkaian upacara adat, persembahan banten, tabuh-tabuhan gamelan Bali, hingga keterlibatan aktif masyarakat adat dalam ngayah. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian warisan leluhur, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga. Kehadiran para pemedek dari berbagai daerah setiap pelaksanaan piodalan turut mencerminkan kuatnya nilai spiritual dan daya tarik budaya yang dimiliki pura ini sebagai bagian penting dari kehidupan religius masyarakat Bali.
